Tugas Feature
Senyuman
sang anak yatim
Senyuman khas yang terlontar dari bibirnya menggambarkan
betapa bahagia hidupnya. namun pemikiranku
salah setelah senyuman itu seketika
berubah menjadi untaian air mata ketika dia menceritakan perjalanan hidupnya.
Putra lelaki berusia 18
tahun yang kini tercatat sebagai mahasiswa di sebuah universitas negeri di
daerah jogyakarta merupakan seorang anak yatim. Anak berprestasi ini hanya
mengandalkan beasiswanya untuk bisa melanjutkan kuliah demi mengejar
cita-citanya.
Ketika putra berumur 14
tahun ayahnya meninggal dunia karena sakit, dan seketika itu juga hidupnya
berubah drastis. dia harus menjadi tulang punggung keluarga menggantikan ayahnya untuk menghidupi ibu dan
kedua adik perempuannya. Berbagai pekerjaan pun rela ia lakukan. dahulu ketika
dia berangkat ke sekolah dia selalu membawa
keranjang besar berisi gorengan yang dibuat oleh ibunya untuk dititipkan di
kantin sekolah, dan sehabis pulang sekolah ia langsung mengganti bajunya untuk
bekerja menyemir sepatu keliling di daerah malioboro jogjakarta. Pendapatan yang
ia dapatkan tak menentu, kadang cukup untuk makan dan kebutuhan membeli
peralatan sekolah, dan terkadang hanya cukup untuk makan dan peralatan sekolah pun
meminjam kepada temannya.
Setelah ayahnya
meninggal keluarganya memutuskan untuk tinggal di rumah kakeknya, karena tidak
mampu untuk membayar kontrakan. Beruntung putra merupakan anak yang cerdas,
sehingga saat sekolah dia selalu mendapatkan beasiswa, dan ketika kuliahpun dia
mendapatkan beasisawa dari universitas negeri yang cukup ternama di Indonesia. Walaupun
kisah hidupnya begitu menyedihkan tetapi dia tidak pernah mengeluh, dia lebih
suka menjalani hidupnya dengan selalu tersenyum, karena itu dapat membawa
suasana hatinya menjadi lebih baik.
Hanya satu
cita-citanya, membawa keluarganya ke kehidupan yang lebih baik. Dapat menyekolahkan
adik-adiknya yang masih kecil ke pendidikan tertinggi dan membahagiakan ibunya.
Mendengar kisah hidupnya seketika air mata ku menetes, aku merasa nasib ku lebih beruntung dari
padanya, aku hanya bisa berdoa supaya apa yang ia cita-citakan dapat tercapai,
dan dari cerita ini kita dapat mengambil sebuah hikmah, bahwa Tuhan menyelipkan
kelebihan di antara kekurangan makhluknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar