Pengertian Kebudayaan :
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Definisi Budaya :
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya:
Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Istilah “kepribadian” (personality) bila diteliti secara mendalam berasal dari kata latin yaitu berasal dari kata “persona” yang berarti topeng atau kedok, atau tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. sedangkan Bagi bangsa Roma, “persona” memiliki arti bagaimana seseorang tampak pada orang lain. atau dengan kata lain merupakan tolak ukur penilaian diri yang dilakukan oleh orang lain.
Sumber : http://id.shvoong.com
Mengenal arti Kepribadian :
Kepribadian meliputi segala corak perilaku manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang, yang datang dari lingkungannya, maupun yang berasal dari dirinya sendiri, sehingga memperlihatkan corak perilaku dalam suatu kesatuan fungsional yang khas bagi manusia itu.
“walau berada pada lingkungan serupa, individu-individu bisa menampilkan perilaku berbeda;
atau,
walau berada pada lingkungan berbeda, individu-individu bisa menampilkan perilaku serupa”
Terdapat tiga kelompok pengertian kepribadian, yaitu pengertian popular, falsafat, dan empiric.
“walau berada pada lingkungan serupa, individu-individu bisa menampilkan perilaku berbeda;
atau,
walau berada pada lingkungan berbeda, individu-individu bisa menampilkan perilaku serupa”
Terdapat tiga kelompok pengertian kepribadian, yaitu pengertian popular, falsafat, dan empiric.
Kepribadian dalam pengertian popular sama dengan kualitas seseorang yang menyebabkan ia disenangi, atau tidak disenangi oleh orang lain.
Konsep dasar kepribadian,
Kepribadian dalam arti kata falsafat merupakan hal yang rasional (dapat berpikir, mempunyai daya penalaran) dan individu (merupakan kesatuan yang dapat berdiri sendiri, mempunyai cirri khas).
Kepribadian merupakan inti manusia yang mengatur dan mengawasi perilakunya secara tidak dapat dilihat oleh orang lain dan merupakan penyebab utama segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia itu.
Kepribadian dalam arti kata empiris ialah jumlah perilaku yang diamati dan yang mempunyai cirri-ciri biologic, psikologik, sosiologik, dan moral yang khas baginya, serta dapat membedakannya dari kepribadian yang lain. Jumlah perilaku atau jumlah sifat seseorang tidak sama dengan kepribadian yang sebenarnya. Perilaku dan sifat hanya merupakan manifestasi kepribadian individu. Dengan mempelajari perilaku atau sifat-sifat kepribadian seseorang, dapat diselami kepribadian yang sebenarnya.
Kematangan seseorang dalam kepribadiannya dipengaruhi oleh factor badaniah (keturunan, keadaan susunan saraf, hormonal), factor emosional (mekanisme penyesuaian diri), factor social (hubungan antar manusia, adat istiadat, kebudayaan, kepercayaan), factor intelektual (taraf intelgensi).bersambung
Sumber : http://mozaik-info.blogspot.com
Hubungan antara kebudayaan dan kepribadian :
Secara umum kebudayaan banyak diartikan sebagai hasil karya manusia yang lahir dari cipta, rasa dan karsa.
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh sebab hubungan-hubungan yang terjadi antar terjadi kelompok masyarakat. Kebudayaan suatu kelompok manusia jika dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda, lambat laun akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian manusia itu sendiri. Proses itu dinamakan akulturasi.
Dalam proses akulturasi ada unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima seperti: unsur kebendaan ( alat tulis menulis ), unsur-unsur yang membawa manfaat besar untuk mass media ( radio transistor ) dan unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut ( penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana. Sedangkan unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima misalnya: unsur yang menyangkut kepercayaan ( ideologi, falsafah hidup ) dan unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosiologi (contoh : nasi ).
Pada umumnya generasi muda adalah individu yang dapat dengan cepat menerina unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, lebih sukar.
Secara umum kebudayaan banyak diartikan sebagai hasil karya manusia yang lahir dari cipta, rasa dan karsa.
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh sebab hubungan-hubungan yang terjadi antar terjadi kelompok masyarakat. Kebudayaan suatu kelompok manusia jika dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda, lambat laun akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian manusia itu sendiri. Proses itu dinamakan akulturasi.
Dalam proses akulturasi ada unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima seperti: unsur kebendaan ( alat tulis menulis ), unsur-unsur yang membawa manfaat besar untuk mass media ( radio transistor ) dan unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut ( penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana. Sedangkan unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima misalnya: unsur yang menyangkut kepercayaan ( ideologi, falsafah hidup ) dan unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosiologi (contoh : nasi ).
Pada umumnya generasi muda adalah individu yang dapat dengan cepat menerina unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, lebih sukar.
Sumber : http://jenissosialisasi.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar